Wantimpres Serukan Ketahanan Pangan Nasional

Kunjungan WantimpresAnggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jan Darmadi menegaskan, dari agama, etnis atau partai politik apapun, harus tetap memandang satu arah yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan harga mati. NKRI bisa makmur, rakyat sejahtera bila pangan di negeri ini sangat kuat, tidak lagi tergantung daerah atau negara lain. Untuk itu, beberapa daerah di republik ini yang dipandang mampu dalam bidang pangan diajak untuk memikirkan soal pangan nasional. Hal ini mengemuka pada kunjungan Anggota Wantimpres beserta rombongan di Ruang Rapat Kantor Bupati Blitar, Sabtu (28/5).

Jan Darmadi, ketua rombongan juga menuturkan, data menyebutkan bahwa Kabupaten Blitar merupakan satu diantara daerah yang memiliki keunggulan di bidang pertanian. Hasil jagung dan beras sangat bagus. Bahkan provinsi Jawa Timur menunjuk kabupaten ini sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.  Terkait hal itu Wantimpres ingin melihat secara langsung kondisi pertanian di Kabupaten Blitar. Harapannya, jagung, kedelai tidak lagi impor namun cukup disuplay dari dalam negeri sendiri termasuk dari Kabupaten Blitar. Serta mendengarkan langsung keluhan para petani. Karena saat ini diakui atau tidak banyak masalah yang dikeluhkan para petani. Termasuk petani yang rata-rata berusia 50 tahun keatas yang jumlahnya main sedkit dan nyaris tidak ada petani yang berusia dibawah 50 tahun. Menurut Jan Darmadi ini perkerjaan rumah yang harus segera diselesaikan karena berkaitan erat dengan pangan nasional.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) IGK Manila. Kunjungannya ke kabupaten ini selain ingin melihat secara langsung hasil pertanian di Kabupaten Blitar juga melihat potensi lain yang mendukung pangan nasional. Usai kunjungannya di Kabupaten Blitar, mereka akan mengunjungi Gresik dan Pasuruan.

            Sementara itu, Prof. Dr. Hermanu dari IPB Bogor mengatakan, saat ini piohak IPB sedang mengarusutamakan pupuk hayati. Dalam kunjungannya bersama anggota Wantipres tersebut juga ingin mengetahui pupuk bersubsidi bisa sampai kepetani atau tidak. Pasalnya, masih banyak di daerah lain, pupuk tersebut tidak optimal sampai kepetani.

            Bupati Blitar, H.Rijanto dalam sambutannya memaparkan tentang kondisi Kabupaten Blitar termasuk potensinya. Bahkan untuk mendongkrak produk pertanian yang notabene sebagai langkah mendukung ketahanan pangan nasional, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menjelaskan, Kabupaten Blitar menggelar Blitar Agro Festival 28-30 Mei 2016 yang dimulai dengan pemecahan rekor MURI makan nasi pecel dan lempok belimbing. Juga deklarasi Gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar. Ini mengingat potensi produk  dari kabupaten ini luar biasa banyak khususnya dibidang pertanian, seperti beras, jagung, dan buah-buahan. Produk pertanian tidak lagi kooperaytif namun diarahkan untuk kompetitif. Sehingga tidak saja bisa memenuhi dalam negeri namun juga bisa ekspor.

            Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menyambut positif, jika rombongan Wantimpres mengujungi lokasi pertanian, peternakan dan budidaya ikan koi. Mereka akan didampingi masing-masing Kepala SKPD terkait, yang pada saat sambutan kunjungan Wantinpres juga turut hadir. Mereka antara lain, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Disperindag, Kepala BP4K dan Kepala Badan Ketahanan Pangan. Harapannya, Wantimpres memperoleh informasi yang diperlukan sebagai bahan laporan kepada Presiden Jokowi.

           

About Webmaster Prokopim