Refleksi Gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar Pecah Rekor MURI Makan Lempok Dan Nasi Pecel

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, puncak peringatan HALUN yang bertempat di Alun-alun Kota Kanigoro Kabupaten Blitar, Sabtu (28/5) dirangkai dengan Blitar Agro Festival. Pada kegiatan tersebut, untuk kesekian kalinya, Kabupaten Blitar memecahkan Rekor Museum Indonesia (MURI). Bahkan pada kesempatan tersebut, kabupaten dengan julukan Seribu Candi ini memecahkan dua rekor sekaligus, yakni sajian lempok belimbing dan nasi pecel dengan jumlah masing-masing 14.730 porsi. Perwakilan dari MURI menetapkan pada tanggal 28 Mei 2016, Kabupaten Blitar masuk dalam MURI urutan 7459 untuk prakarsa sajian nasi pecel dan urutan 7460 sajian lempok belimbing. Sajian nasi pecel ini mematahkan rekor sebelumnya yaitu Kabupaten Madiun yang pernah menggelar kegiatan serupa dengan menyajikan sekitar 9 ribu porsi.  Target dari Kabupaten Blitar 11 porsi. Karena persyaratan untuk memecahkan rekor sebelumnya minimal 10% diatasnya. Dan ternyata terhitung 14.730 porsi yang disajikan oleh kabupaten ini, padahal peserta HALUN sekaligus agro festival tersebut lebih dari 15 ribu orang. Makan nasi pecel, lempok belimbing bersama tersebut sebagai wujud gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar. Nasi pecel yang mempunyai cita rasa tersendiri dan lempok belimbing adalah makanan khas Kabupaten Blitar. Pemecahan rekor MURI nasi pecel dan lempok yang ditaruh dalam plastik juga diisi dengan telur rebus, coklat maupun susu. Piagam dari MURI diterima langsung oleh Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar dan Ketua Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Blitar yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur. Sebagai kejutan, seseorang dengan para layangnya terjun ke Alun-alun Kabupaten Blitar dengan membentangkan spanduk Gerakan Ayo Bela Beli Blitar sekaligus memberikan bingkisan kepada Wagub Jatim.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang hadir dalam kegitan itu memberikan apresiasi kepada Bupati Blitar/Wakil Bupati Blitar, serta seluruh elemen yang terlibat pada acara terrsebut.  Menurut orang nomor dua di Jawa Timur tersebut, gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar sebagai wujud cinta produk dalam negeri. Untuk itu Gus Ipul mengingatkan agar selalu menggunakan produk Blitar. Hindari produk impor. Lansia yang sehat panjang usia karena mereka selama inji hanya makan dan minum produk lokal, asli Indonesia. Harapannya, Kabupaten Blitar semakin maju dan sukses. Mengingat banyak orang suskes dari Blitar.

Sementara itu Bupati Blitar, H.Rijanto yang didampingi Wakil Bupati Blitar, Marhaenis, Ketua TP PKK dan Wakil Ketua TP PKK serta unsure Forpimda menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat peserta HALUN dan agro festival yang turut mensukseskan acara itu. Menurutnya, Gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar sebagai tekad Kabupaten Blitar untuk lebih bersemangat menggunakan produk Blitar. Karena Kabupaten Blitar unggul diberbagai sisi, antara lain unggul dibidang pertanian misalnya beras dan jagung. Setiap tahun hasil beras surplus 200 ribu ton  per tahun. Juga dibidang peternakan seperti telur dan susu. Selain itu kabupaten ini tetkenal akan ikan koinya, buh rambutan, belimbing, nanas dan durian.  Kabupaten Blitar harus mengubah produk pertanian dari kooperatif menjadi kompetitif.  Untuk itu melalui agro frestival ini produk dari kabupaaetn ini smeakin dikenal dan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ditempat yang sama, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menegaskan, dipilhnya Kabuapetn Blitar sebagai tempat diselenggarakannya Puncak Peringatan HALUN tingkat Provinsi Jawa Timur karena Kabupaten Blitar dinilai memiliki perhatian serius terhadap lansia. Ini terbukti Karang Werda Rahayu Mulyo dari Desa Karangsono berhasil menjadi jawara dalam lomba Karang Werda Tingkat Provinsi Jawa Tahun Timur 2016 dan siap mewakili provinsi ini maju tingkat nasional. Harapannya, karang werda yang diketuai H. Ahmad Suwito ini bisa menjadi jawara juga tingkat nasional. Bupati Blitar menyampaikan apresiasi kepada para lansia dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur  yang hadir dalam kegiatan itu. Melalui Tema HALUN 2016, “ Bersama Lansia, Dari Lansia, Untuk Lansia,” Bupati Blitar berharap para lansia tetap berguna ditengah masyarakat, memberikan rasa asih dan asuh serta turut membentuk karakter generasi penerus bangsa.

 

 

 

 

Seperti diketahui, Blitar Agro Festival  berlangsung 28-30 Mei 2016. Usai makan lempok dan nasi pecel bersama, perwakilan masyakat Kabupaten Blitar berbagai profesi termasuk artis Henky Kurniawan yang juga putra Blitar mendeklarasikan Gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar. Dalam deklarasi itu, masyarakat Kabupaten Blitar antara lain  betekad untuk berjuang memperbaiki ekonomi daerah melalui gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar dengan menciptakan produk Blitar berkualitas, bangga menggunakan produk Blitar, memprioritaskan dan memasarkan produk Blitar, mewujudkan Blitar lebih sejahtera, maju dan berdaya saing. Setelah itu, Wakil Gubernur Jatim, Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, Kapolres Blitar serta para deklarator melakukan penandatanganan sebagai wujud mendukung gerakan Ayo Bela Beli Produk Blitar.

Selain pemecahan rekor MURI makan lempok dan nasi pecel yang melibatkan pula seluruh karyawan/karyawati Pemerintah Kabuapten Blitar dan pelajar ini, juga diadakan pameran UMKM. Pameran ini buka secara langusng oleh Wakil Gubernur Jawa Timur yang ditandai dengan pengguntingan pita. Bahkan Mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu tersebut sempat mengunjungi beberapa stand pameran.

Kegiatan HALUN yang dirangkai dengan Blitar Agro Festival tersebut diawali senam lansia yang diikuti seluruh peserta HALUN dan agro festival di Alun-laun Kabupaten Blitar. Diteruskan makan nasi pecel dan lempok sebagai agenda pemecahan rekor MURI. Selain itu juga disediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia  di Pendopo Sasana Adhi Praja. Pemeriksaan kesehatan ini ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten bekerjasama dengan tim medis dari RSUD. Dr. Soetomo Surabaya. Sementara sampah usai kegiatan itu, dibersihkan oleh para pelajar dan relawan.

Sekedar catatan, untuk memastikan rasa dan kebersihan nasi pecel,  malam sekitar pukul 01.00 WIB, Bupati Blitar dan jajarannya termasuk Ketua TP PKK dan Ketua Darma Wanita Kabupaten Blitar meninjau lokasi masak nasi pecel yang berada di kawasan Kantor Bupati Blitar. Bahkan Ketua TP PKK serta Ketua Dharma Wanita Persatuan dan anggotanya membantu membungkus nasi pecel yang akan disajikan pada pemecahan rekor MURI.

Seperti diketahui, sebelumnya Kabupaten Blitar telah masuk dalam cacatan MURI untuk beberapa kegiatan. Antara lain, pada Tahun 2007 pada lomba mewarnai dan makan telur ceplok yang diikuti 13.794 siswa, Tahun 2011 gerakan makan telur yang diikuti 31 ribu peserta.Dan pada Tahun 2015 makan buah belimbing dengan peserta 3.031 anak.

 

 

About Webmaster Prokopim