
Rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo Wlingi bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Blitar, H. Rahmat Santoso, SH., MH. saat meninjau Rumah Sakit paripurna bintang lima ini pada Jumat, 9 Juli 2021.
Wakil Bupati Blitar menyampaikan bahwa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah bergerak cepat dengan menambah 15 kamar tidur. Sehingga total kamar tidur yang dikhususkan bagi pasien Covid-19 berjumlah 116 tempat tidur. Dengan total ini, pihaknya memutuskan belum menambah tenda darurat dalam penanganan pasien.
Lebih lanjut ditambahkan orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini, bahwa meskipun jumlah kasus konfirm terus mengalami penambahan namun terjadi tren penurunan. “Jadi secara umum masih bisa kita tangani. Saya minta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami, MMRS menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan pelayanan yang maksimal, terutama untuk penderita Covid-19. Terkait ketersediaan obat dan oksigen pihaknya menyatakan masih mencukupi sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Pada kunjungan yang dilanjutkan dengan peninjauan Rumah Isolasi di LEC Garum ini, Kapores Blitar AKBP. Leonard M.Sinambela, SH, S.I.K, MH, yang menyertai Wakil Bupati Blitar bersama Forkopimda lain juga memberikan penekanan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Blitar bersama TNI dan Polri tengah merencanakan konsep barbagi beban. “ Artinya penanganan pasien berdasarkan klasifikasi tingkat kedaruratan. Dengan ini diharapkan Rumah Sakit tidak menanggung beban berlebih. Kita harus optimalkan Rumah Isolasi, Rumah Isolasi Mandiri dan Isolasi terpusat di Desa,” pungkasnya.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar