Pemerintah Kabupaten Blitar akan menerima penghargaan Good Practice Awards (OA) Ayo Inklusif! 2018, Senin, 22 Oktober 2018 di Shangri-La Hotel Surabaya. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dari Konsorsium Ayo Inklusif! kepada kabupaten/kota dan pelaku usaha di Jawa Timur yang memiliki program-program inovasi dibidang inklusi dan disabilitas. Penghargaan ini rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI, Jokowi.
Seperti diketahui, pada 11 Desember 2017, Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM melaunching Program Kampung Peduli Disabilitas Kabupaten Blitar dan mengukuhkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Harapan Mulya” Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Menurut Bupati Blitar dalam sambutannya , kampung ini memiliki 50 warga Penyandang Disabilitas Intelektual Inklusi, sehingga dengan pertimbangan tersebut menjadikan Desa Resapombo dipilih menjadi Kampung Peduli Disabilitas Kabupaten Blitar berbasis komunitas.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menyampaikan, Kabupaten Blitar menjadi satu-satunya kabupaten yang memiliki Kampung Peduli Disabilitas berbasis komunitas. Bupati Blitar juga meminta, ASN sampai perangkat desa menggunakan hasil karya penyandang disablitias yakni batik Ciprat Resapombo.
“Dengan menggunakan hasil karya mereka artinya turut peduli terhadap disabilitas, ” ujar Bupati Blitar.
Launching kampung peduli disabilitas ini dimulai dengan sosialisasi Entrepreneurship, Network Planning dan Marketing bagi Usaha Batik Percik dengan pembicara dari Kelompok Kajian dan Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (K2PU) Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Malang dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) “Kartini” Temanggung, Kementerian Sosial RI.
Kepala BBRSBG “Kartini” Temanggung, Dra. Murhardjani, MP, mengatakan peran masyarakat dan keluarga sangatlah penting dalam suksesnya program ini hingga nanti mereka dapat hidup layak dan mampu mandiri. Sementara itu, K2PU Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Arik Prasetya, S. Sos., M.Si, Ph.D, mengatakan bahwa pointnya bukan hanya sekedar bisa produksi namun juga keberlanjutan usaha , dampaknya, bisa berkembang dan bahkan menginspirasi bagi yang lain.
Batik ciprat merupakan produk asli dari kampung disabel yang ada di Resapombo. Mengambil motif- motif abstrak yang unik, sederhana, mudah dilakukan dan bisa dilakukan secara mandiri oleh penderita disabilitas namun tetap memiliki nilai estetika tinggi dan layak jual di pasaran karena sangat pantas untuk dipakai sebagai bahan pakaian jadi.Pelatihan dalam membuat batik ciprat ini belum pernah ada sebelumnya, sehingga bisa dikategorikan sebagai inovasi atau terobosan baru dalam pelatihan keterampilan penderita disable.
Seperti diketahui, pada bulan Maret Tahun 2016, Dinas Sosial Kabupaten Blitar membentuk RBM (Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat) yang terdiri dari 10 relawan berbasis masyarakat yang diketuai oleh Edy Cahyono dan diwakili Oleh Sugik (tokoh masyarakat dari komunitas penyandang disabilitas dan juga merupakan seorang penderita disabel), TKSK (tenaga kesejahteraan sosial masyarakat), tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tim RBM kemudian menghimpun data jumlah penderita disabilitas yang ada di Kabupaten Blitar di tahun tersebut. Dari data yang diperoleh, kemudian dilakukan analisa secara menyeluruh untuk mengetahui kecamatan yang memiliki jumlah penderita disabilitas paling banyak dan data yang diperoleh valid. Selanjutnya dilakukan analisa terhadap berbagai produk yang akan dijadikan sebagai komoditi utama, yaitu olahan makanan, hasil gunung, produk- produk hasil recycle limbah kayu, dan batik ciprat. Dilakukan pelatihan terhadap relawan pendamping produksi agar nantinya siap mendampingi penderita disabilitas dalam berkarya. Seiring dengan berjalannya waktu ternyata batik ciprat lah yang dipilih menjadi komoditi unggulan karena banyak digemari oleh masyarakat, mudah pemasarannya, mudah pembuatannya, sederhana dan hasilnya bagus serta masih bisa dilakukan secara mandiri oleh para penderita disabilitas. Batik ciprat ini telah beberapa kali diikutsertakan dalam pameran-pameran baik yang digelar di tingkat provinsi maupun nasional oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Harapannya, batik ciprat Respamobo semakin dikenal dipenjuru nusantara.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar