Refleksi Harkitnas ke-108 Tahun 2016 Bangkit Melalui kerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter

Komitmen  terhadap  keutuhan NKRI  ini  ditegaskan  kembali  pada  upacara  peringatan  Hari Kebangkitan  Nasional  ke-108 Tahun 2016. Mengingat,  ancaman dan gangguan bangsa ini dari jaman penjajahan hingga saat ini belum surut. Ancaman radikalisme  dan  terorisme, justru  mendapatkan  medium baru untuk menyebarkan paham tersebut sekaligus praktiknya. Ini melalui kemajuan teknologi. Selain  itu,  kita  juga  menghadapi permasalahan  ketahanan  bangsa  secara  kultural. Munculnya  kekerasan  dan  pornografi,  misalnya, merupakan satu  dari  beberapa permasalahan  kultural  utama  bangsa yang akhir-akhir  ini  mengemuka  dan  memprihatinkan. Kemajuan teknologi juga mengembangkan kerjasama dengan dunia internasional, namun juga rentan terhadap penyusupan ancaman keutuhan NKRI dari luar negeri. Demikian sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang dibacakan oleh Bupati Blitar, H.Rijanto saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 Tahun 2016 di Alun-alun Kabupaten Blitar, Jumat (20/5).

Dalam sambutan tersebut Menkominfo juga menegaskan, tantangan-tantangan  baru  yang  muncul  memiliki  dua  dimensi terpenting,  yaitu  kecepatan  dan  cakupan.  Tentunya bangsa ini tidak ingin kedodoran dalam menjaga NKRI . Untuk itu melalui tema,  “Mengukir  Makna  Kebangkitan  Nasional dengan  Mewujudkan  Indonesia  yang  Bekerja Nyata,  Mandiri  dan  Berkarakter”  bangsa ini harus menunjukkan  bahwa  tantangan apapun yang dihadapi  saat  ini  harus terjawab dengan memfokuskan  diri  pada  kerja  nyata  secara mandiri dan berkarakter. Pada  aspek-aspek  kerja  nyata,  kemandirian, dan  karakter  adalah  kunci  untuk memenangkannya. Presiden  Pertama  RI, Ir. Soekarno,  pernah  menekankan  tentang pentingnya  membangun  karakter  bangsa. Membangun  suatu  negara, membangun  ekonomi,  membangun  teknik, membangun  pertahanan,  tanpa  dilandasi  jiwa  yang besar,  tidak  mungkin  mencapai tujuannya. Semangat Trisakti juga harus ditumbuhkan. Yakni berdaulat  dalam  politik,  berdikari dalam ekonomi, dan  berkepribadian  dalam  kebudayaan.  Jika  ini konsisten dijalankan, maka Indonesia kembali bangkit, lebih jaya dan kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, juga diacarakan penyerahan klaim pensiunan dan asuransi pembayaran jaminan kematian diantaranya kepada Srie Mei Wulan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Nugroho dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Ahli Waras dari almarhumah Mujiati,S.Pd  atas nama Tukilan Sugianto  (UPTD Pendidikan Kec. Ponggok).

Bupati Blitar menyampaikan selamat kepada para penerima dan menegaskan, klaim pensiunan serta asuransi pembayaran jaminan kematian agar digunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan yang bermanfaat.  Dihadapan undangan yang hadir yakni dari unsur Forpimda serta seluruh peserta upacara, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini berpesan, agar selalu menjaga Kabupaten Blitar tetap kondusif.

 

 

 

About Webmaster Prokopim