Memasuki bulan Ramadhan, Satgas pangan baik provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Blitar terus melalukan pantauan harga. Tujuannya, memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus terjangkaunya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok pada bulan suci ini.
Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H saat video conference beberapa waktu lalu menyampaikan, satgas pangan diseluruh kabupaten/Kota di Jawa Timur harus mewaspadi ketersediaan stok pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Juga patut waspada terhadap kartel pangan yang dapat mempengaruhi harga. Disebutkannya, komoditas yang perlu diwaspadai yakni bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam kes, dan daging sapi. Terkait hal ini, Wakalpoda menyarankan Kbaupaten/Kota agar melaksanakan pasar murah, update informasi harga pangan dan bekerja sama dengan kominfo, serta mempublikasikan mengenai harga melalui media massa.
Orang nomor dua di Polda jatim ini juga mengingatkan kembali bahwa pada tahun 2017 Jatim menempati predikat I Satgas pangan tingkat nasional. Harapannya, tahun ini juga mendapat predikat serupa. Dijelaskan pula, Perpres 71 tahun 2012 terkait dengan bahan pokok yang masuk komoditas peternakan dan perikanan yakni daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras dan ikan segar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur,Ir.Hadi Sulistyo, M.Si memaparkan, untuk kebutuhan bawang merah dan kedelai saat ini masih minim. Sementara stok jagung sebagai kebutuhan pangan dan pakan ternak sampai dengan awal Mei ini mencapai 1,7 ton. Dan diprediksi Juni 1,2 ton.
Sedangkan paparan dari Bulog Jatim dijelaskan bahwa ketersediaan beras saat ini 601.600 ton. Stok ini cukup smapai akhir tahun 2019. Untuk gula pasir mencapai 14-800 ton dan jagung bagi peternak 95,773 ton.
Ditempat yang sama, Dinas Peternakan Jatim menyampaikan, stok daging sekitar 9.700 ton, Juni sekitar 10,541 ton. Antisipasi pada musim lebaran tingkat konsumsi daging di Jawa Timur maksimal sekiatr 10-120 ton. Dia menyebutkan pada tahun 2018, Jawa Timur mendapatkan peringkat I nasional tentang pengawasan pemotongan sapi betina produktif.
Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk populasi ayam ras potong Tahun 2018 mencapai 14 juta ekor. Stok daging ayam bulan Juni I sekitar 13,5 juta ton dan telur ayam ras stok pada bulan Juni I sekitar 287 juta ton. Untuk mencukupi wilayah jawa Timur sudahsangat cukup bahkan lebih. Sementara harga daging I mencapai RP.108.000,-, harga daging ayam I Rp.32.000- Rp.34.000,-. Dan harga telur berkisar antara Rp.22.000-Rp.24.000,-. Baik harga maupun stok cukup stabil di Jawa Timur.
Menindaklanjuti video conference tersebut, Satgas Pangan Kabupaten Blitar akan melakukan beberapa hal diantaranya meningkatkan volume monitoring dan pengawasan distribusi di Kabupaten Blitar melalui kegiatan survey pasar, membantu pengawasan pemotongan sapi, mengawasi adanya kemungkinan kartel pangan di daerah, serta menindaklanjuti laporan-laporan dari masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, drh. Adi Andaka, MSi mengungkapkan, melalui kerjasama ini diharapkan mampu memantau ketersedian produk peternakan dan perikanan di wilayah Kab. Blitar. Harapannya, stok tetap terjaga dengan harga yang terjangkau. Sehingga kebutuhan masyarakat Kab. Blitar akan protein hewani tetap terpenuhi. Pihaknya juga akan terus memantau ketersediaan stok dan harga melalui Petugas Analis Pasar Hasil Pertanian ( APHP ).
Untuk diketahui, satgas pangan Kabuapetn Blitar yang terddiri dari Polres Blitar, Dinas Kesehatan, Disperindag dan Dinas Pertanian melakukan monitorting bersama di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Blitar.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar