Setiap tanggal 10 November, seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Tujuannya, mengenang para pendahulu yang merintis kemerdekaan negeri ini. Segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan, membuat bangsa ini bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain. Juga bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Demikian sambutan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Bupati Blitar , Drs. H.Rijanto, MM saat memperingati Hari Pahlawan Tahun 2017, di Alun-alun Kota Blitar, Jumat (10/11).
Dalam sambutan itu juga diungkapkan, para pendiri bangsa mengabarkan pesan penting yakni setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya adalah bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara. Selanjutnya, berdaulat, adil dan makmur. Oleh karena pesan fundamental itulah, maka peringatan Hari Pahlawan 10 November Tahun 2017 ini bangsa Indonesia mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri’.
Diingatkan pula, pada era millenium kedua saat ini sedang ada transformasi besar dalam hubungan internasional diantara bangsa-bangsa dunia. Seperti yang diutarakan oleh Jurnalis Gideon Rahman pada Tahun 2016 tentang fajar baru pergeseran global. Dimana, kemajuan peradaban dunia disebut sebagai era Easternization atau Timurisasi. Dalam era kemajuan global seperti ini negara-negara Asia dianggap sebagai kutub-kutub baru kemajuan peradaban dunia. Oleh karena itulah persatuan Indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus dirawat sebagai suatu bangsa. Namun lebih dari itu Persatuan Indonesia adalah sebuah prasyarat bagi kita menjadi bagian dari kekuatan yang sedang tumbuh, the rising force bersama dengan bangsa-bangsa lain yang saat ini menjadi sorotan kemajuan seperti China, India dan Korea untuk menjadi menara-menara baru pembawa obor kemanusiaan, berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai dasar negara kita yakni Pancasila.
Diakhir sambutannya, Menteri Sosial melalui Bupati Blitar berpesan, pelajaran yang bisa diambil dari perjuangan para pahlwanan yakni harapan dan pengorbanan. Harapan dan pengorbanan itulah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia. Negeri ini harus tetap berdiri tegak, menjadi besar dan terus memberi sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan ummat manusia di dunia. Menteri Sosial juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini
Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. Untuk itu, seluruh masyarakat di pelosok tanah air agar melakukan : HENING CIPTA SERENTAK SELAMA 60 DETIK pada tanggal 10 Nopember pukul 08.15 waktu setempat dimanapun berada. Ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pahalwan dan pejuang negeri ini.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar