Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan pendidikan karakter menjadi prioritas utama dalam pendidikan. Pendidikan ini diaplikasikan antara lain melalui program muatan lokal, praktek keagamaan juga budi pekerti. Hal ini disampaikan oleh Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM saat menerima kunjungan Wantimpres RI Bidang Politik, Pendidikan, dan Kesejahteraan Rakyat, Rabu (18/10) di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro.
Bupati Blitar juga menyampaikan terkait kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) atau K2 yang belum terjamin karena harus menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Drs. Budi Kusumardjoko, M.Pd. Disampaikannya, nasib tenaga guru honorer K2 selama ini belum ada kejelasan. Termasuk jumlah tenaga pendidik (guru) di Kabupaten Blitar yang sangat minim sehingga berdampak pada SDM siswa. Untuk itu melalui Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI bidang politik, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat yang dipimpin oleh Prof Dr Abdul Malik Fadjar ini, Pemerintah Kabupaten Blitar menitip pesan untuk pemerintah pusat. Pasalnya, masalah ini sangat krusial.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Blitar juga mengungkapkan tentang potensi Kabupaten Blitar. Mulai potensi alam, wisata sampai potensi ekonomi masyarakat. Kabupaten Blitar memiliki potensi wisata baik alam, seni budaya dan kuliner. Sedangkan potensi ekonomi masyarakat, bahwa Kabupaten Blitar merupakan satu diantara daerah yag menyuplai telur di tingkat nasional. Populasi ayam ras petelur di Kabupaten Blitar mencapai 15.170.000 ekor. Pada Tahun 2016 meningkat sebesar 1,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produkisnya sekitar 362 ton/hari. Sementara untuk ayam ras pedaging tetap yaitu 965.600 ekor pada Tahun 2016. Bukan itu saja, susu sapi yang diproduki dari kabupaten ini juga mampu memenuhi kebutuhan nasional. Peternakan sapi perah menjadi nomor 3 di Provinsi Jawa Timur. Populasinya mencapai 14 ribu ekor dengan produksi susu segar perhari sekitar 65 ton. Melihat banyaknya potensi yang ada di kabupaten ini, peluang investasi di Kabupaten Blitar sangat terbuka. Sedangkan terkait dengan situasi kondisi di Kabuapetn Blitar dengan julukan Kabupaten Seribu Candi ini sangat kondusif. Ini berkat peran FKUB yang maksimal menjaga kondusifitas di Kabupaten Blitar.
Ditempat yang sama, Rektor UNU Blitar, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd mengungkapkan, lahirnya kurikulum K13 masih belum maksimal. Ini terbukti siswa SMK belum menjadi tenaga terampil. Disampaikan pula, harus ada kebijakan tentang kelenturan sistem perguruan tinggi terkait pembayaran atau uang kuliah. Sedangkan dari perwakilan UNISBA menyampaikan, konsep triple helix antara pemerintah, bussiness dan perguruan tinggi telah dimulai oleh UNISBA.
Sementara itu, Prof Dr Abdul Malik Fadjar pemimpin rombongan tersebut menyampaikan, apa yang disampaikan oleh Bupati Blitar menjadi masukan bagi Wantimpres. Ditegaskannya, pendidikan karakter memang sangat penting dan menjadi kunci mencetak generasi masa depan yang lebih baik. Tujuan kunjungan Wantimpres adalah untuk mencari masukan dalam rangka perwujudan Nawacita yakni membangun dari pinggiran. Abdul malik juga menyampaikan, sesuai dengan pantauanya sejauh ini kondisi pendidikan di Kabupaten Blitar sudah cukup bagus. Karena saat ini sudah berdiri 3 universitas yang menunjukan perkembangan di Blitar lebih baik. Selain itu, disektor infrastruktur, seperti kondisi jalan yang memadai, proyek pembangunan maupun perbaikan jalan harus terus dilakukan. Kendati masih ada beberapa persoalan, menurutnya hal itu dinilai wajar. Beberapa masukan yang diterimanya akan disampaikan kepada presiden agar bisa segera ditindaklanjuti.
Mantan Menteri Pendidikan era Presiden Megawati ini juga mengungkapkan tanggapan terkait ungkapan dari Rektor UNU maupun UNISBA. Ditegaskannya, pendidikan karakter tidak bisa diukur dalam jangka waktu dekat. Pendidikan karakter adalah proses. Dan tidak ada pendidikan siap pakai termasuk SMK.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar