Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM mendampingi Gubernur Jawa Timur, H.Soekarwo pada kegiatan Panganugerahan Penghargaan Astha Brata Madya Utama Pamong Praja kepada orang nomor satu di Jawa Timur, Senin (23/1) di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Selain Bupati Blitar, hadir dalam acara tersebut, Bupati Pacitan, Pejabat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Civitas Akademika IPDN, Perwakilan Alumni APDN/STPDN/IPDN dari Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur serta Praja IPDN. Seperti diketahui, Bupati Blitar dan Bupati Pacitan merupakan alumnus APDN.
Gubernur IPDN, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, MH, MS dalam upacara Panganugerahan Penghargaan Astha Brata Madya Utama Pamong Praja kepada Gubernur Jawa Timur sebagai Best Practices Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Praja IPDN, mengungkapkan, Panganugerahan Penghargaan Astha Brata Madya Utama Pamong Praja kepada Gubernur Jawa Timur sudah melalui berbagai pertimbangan, diantaranya bahwa Gubernur Jawa Timur telah berhasil memajukan Provinsi Jawa Timur. Selain itu telah berhasil melakukan pembinaan dan pendayaan Alumni pendidikan Tinggi Kepamongprajaan untuk menduduki posisi atau jabatan strategis di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, H.Soekarwo yang notabene sebagai Best Practices Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Praja IPDN dalam ceramah umum (stadium general) menyampaikan, Provinsi Jawa Timur dengan populasi penduduk berjumlah 39,29 juta jiwa dan tersebar di 38 kabupaten/kota, 665 kecamatan, 777 kelurahan dan 7.724 desa, memiliki kinerja pertumbuhan 5,57%, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,21%, IPM 68,95% dan kemiskinan 11,85%. Inklusivitas Jawa Timur bila dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia merupakan provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi mencapai 5,57% (Pda Triwulan III Tahun 2016), Tingkat Kemiskinan 11,85% (pada bulan September 2016), IPM 68,95% ( Pada Tahun 2015), TPT 4,21% (pada bulan Agustus 2016) dan Gini Ratio 0,04% (pada Tahun 2015).
Dalam tema, “ Kepemimpinan Ditengah Dinamika Global,”orang nomor satu di Jawa Timur ini juga mengungkapkan, negara kesatuan dimaknai oleh Jawa Timur sebagai arti “dibagi”, tidak untuk berdiri sendiri/ego. Namun merupakan satu kesatuan dan sistem yang saling mendukung dan melengkapi. Jawa Timur juga merupakan Anggota Tetap Pertemuan Tahunan Forum Diskusi Asia Competitiveness Institute, Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.
Gubernur Jawa Timur mengingatkan, kunci utama untuk meraih sukses selain intelektualitas yang tinggi yaitu etika dan moralitas yang baik. Terkait hal itu, Praja IPDN diharapkan bisa meluangkan waktu di ruang akademik untuk menyempatkan diri untuk menulis, membuka ruang diskusi serta memperkuat kemampuan teknokratis.
Sekedar catatan, setelah penyerahan penghargaan, Gubernur Jawa Timur dan rombongan dihibur oleh marching band Gita Abdi Praja. Usai penyerahan, Gubernur IPDN mengajak untuk berkeliling Kampus IPDN. Para pejabat publik ini diperlihatkan lokasi pelatihan perah susu dan bercocok tanam.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar