Mewujudkan Tembakau Berkadar Nikotin Rendah

Kebijakan Pemerintah melalui Pedoman Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Sanksi Penyalahgunaan DBHCHT melalui Permenkeu, Nomor 20/PMK/07/2009, antara lain diamanatkan bahwa penggunaan DBHCHT untuk mendorong pembudidayaan bahan baku/tembakau berkadar nikotin rendah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan upaya pengembangan SDM petani diantaranya dengan peningkatan penguasaan pengetahuan dalam penerapan teknologi budidaya bahan baku tembakau. Hal ini dikemukakan oleh Ir.Indra Gunawan, Kepala BP4K Kabupaten Blitar  saat pembukaan Pelatihan Manajemen Penguatan Kelembagaan Kelompok Petani Tembakau (DBHCHT) Tahun 2016 di Kampung Coklat, Selasa (8/11).

Lebih lanjut diungkapkan, Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya untuk  meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari berbagai bidang, misalnya dibidang pertanian, perikanan, perkebunan. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, Pemerintah Kabupaten Blitar mengupayakan pelatihan-pelatihan  seperti yang dilakukan kali ini di Kampung Coklat.  Harapannya, hasil dari pelatihan bisa diaplikasikan . Sehingga mendapatkan kualitas tembakau bernikotin rendah. Bagi penyuluh agar mendampingi  petani dengan baik  yang pada akhirnya bisa mencetak petani  handal dan kelompok tani yang mandiri. Untuk Camat, Kades/Lurah agar mendorong para petani tembakau mengaplikasikan ilmu yang didapat dari pelatihan ini.

Dalam kesempatan tersebut, peserta pelatihan dari beberapa desa di Kabupaten Blitar, diantaranya, petani dari Desa Sumberingin, Desa Kaligambir, Desa Bendosewu, Desa Jabung dan dari Kelurahan Satriyan. Narasumber pada kegiatan itu, Edi Slamet dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Malang.

Sebelumnya, BP4K Kabupaten Blitar beberapa kali  mengadakan pelatihan tembakau. Satu diantaranya dengan pengembangan demplot. Demplot pengembangan areal tembakau merupakan unit percontohan dalam budidaya tembakau sesuai dengan rekomendasi teknis budidaya pada areal pengembangan potensi penghasil bahan baku/tembakau. Ini bertujuan mewujudkan produktifitas bahan baku/tembakau berkadar nikotin rendah, sehat dan berdaya saing.             Demplot juga  meningkatkan efektifitas penggunaan lahan disaat musim kering/kurang air melalui diversifikasi budidaya tanaman tembakau, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

 

About Webmaster Prokopim