Indonesia dimasa lalu berpikiran tentang aksesibilitas, keterjangkauan masyarakat bisa mengeyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Namun saat ini, bukan saja hanya bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi namun harus mengejar kualitas. Ini yang utama, karena Kemenristekdikti bertujuan meningkatkan national competitiveness (daya saing bangsa). Sehingga kedepan, sarjana-sarjana di Indonesia bisa menciptakan lapangan kerja, menghasilkan kinerja yang baik, berkualitas. Kedepan diharapkan, ada Perguruan Tinggi yang berkualitas di daerah termasuk dari Blitar. Hal ini disampaikan Menristekdikti, Mohammad Nasir, M.Si, Ph.D, Akt, saat acara Pengajian Akbar dan Launching Universitas Nahdatul Ulama di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Sabtu (29/10).
Menristekdikti juga menyampaikan bahwa, jumlah perguruan tinggi di Indonesia sekitar 4300 dengan penduduk sekitar 250 juta jiwa. Sedangkan di Cina 2.824 dengan jumlah penduduk 1,4 milyar. Ironisnya, baru 2 perguruan tinggi di negeri ini yang masuk kancah internasional dari sekitar 500 Perguruan tinggi di dunia. Sementara di Cina, ada sekitar 30 perguruan tinggi. Sehingga, wajib bagi Indonesia untuk mengejar mutu. Dengan lulusan yang berkualitas, tingkat perekonomian masyarakat juga akan meningkat.
Ditegaskan pula, dalam Word Economic Forum, Indonesia mengalami penurunan Indeks SDM berkualitas. Dari 144 negara, Indonesia sebelumnya menduduki peringkat ke-37. Saat ini menduduki peringkat ke-41. Penurunan ini karena inovasi yang kurang dari Indonesia. Untuk itu, perguruan tinggi diharuskan berkualitas. Ciri dari perguruan tinggi berkualiats antara lain; skill worker dan inovative. Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti juga menyampaikan bahwa, telah mendorong pihak Kemendagri supaya ada regulasi bagi pemerintah daerah untuk mensubsidi dana terkait pembangunan perguruan tinggi berkualitas di daerah masing-masing. Dengan regulasi yang benar, diharapkan menghindari pelanggaran bagi daerah terkait.
Diakhir sambutannya, Menristekdikti mengharapkan, Universitas Nahdatul Ulama (UNU) yang notabene adalah UNU yang ke-9 diresmikan di Republik Indonesia, benar-benar mencetak sarjana yang handal, berkualitas, dan berintegritas tinggi.
Ilmu, Kunci Sukses
Di tempat yang sama, KH.Anwar Iskandar dalam tausiahnya mengungkapkan, manusia diciptakan olah Allah SWT, harus tahu fungsi dan bagaimana menjalani kehidupan serta menjalani ujian. Selain ada ujian, ada perintah dan larangan. Untuk menghadapi itu semua, diperlukan ilmu. Menurutnya, ilmu kunci sukses manghadapai ujian, perintah dan larangan dari Yang Maha Kuasa. Terkait hal itu, manajemen ilmu dalam perguruan tinggi harus benahi, dikelola dengan benar baik institusi maupun akademisnya. Sehingga kualitas sebagai output dari perguruan tinggi bisa diraih. Dengan kualitas yang baik, Blitar bisa diperhitungkan di dunia internasional.
KH.Anwar Iskandar juga berpesan, manusia diciptakan untuk menjaga ketentraman, beribadah. Sehingga manusia jangan sampai gagal. Sedangkan untuk perguruan tinggi harus mentransformasikan ilmu, agama, kebangsaan dan nasionalisme. Ini tidak bisa dipisah satu sama lain. Tujuannya, agara benar-benar mencetak generasi yang berkualitas, amanah dan berintegritas tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Maksum Mahfud, Wakil Ketua PBNU menegaskan, bahwa menuntut ilmu sama dengan jihad. Ilmu harus diaplikasikan dengan tepat. Mahasiswa harapan bangsa. Tantangan saat ini harus dihadapi bukan saja dengan kecakapan teknologi namun juga kekuatan mental spiritual yang kuat berlandaskan agama. Juga meneguhkan pikiran, bahwa NKRI harga mati, pengabdian hanya untuk negeri.
Sementara itu, Bupati Blitar, H.Rijanto dalam sambutannya mengungkapkan, banyak tokoh nasional lahir di Blitar. Mereka berkontribusi untuk bangsa dan negara. Harapannya, dengan lahirnya UNU, bisa memberikan manfaat, mencerdaskan masyarakat Blitar Raya dan mendukung Visi Bupati/Wakil Bupati Blitar,” Menuju Masyarakat Yang Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing, “. Mengingat potensi di Kabupaten Blitar sangat besar. Diantaranya, potensi peternakan ayam petelur dan sapi perah. Kabupaten Blitar memenuhi kebutuhan nasional. Dalam sehari, telur yang dikirim ke berbagai daerah sekitar 450 ton , sedangkan susu perah sekitar 120 ton per hari. Kedepan akan dikembangkan potensi-potensi lain yang ada di kabupaten ini. Apalagi setelah Kabupaten Blitar mengajukan permohonan untuk pembangunan Jalur Linats Selatan (JLS) atau yang sekarang ini dikenal dengan Pantai Selatan Jawa (Pansela) segera diteruskan pembangunannya. Tentu Kabupaten Blitar memerlukan tenaga handal, berkulitas untuk mengembangkan potensi yang ada. Dengan kehadiran UNU bisa mewujudkan harapan tersebut.
Launching UNU yang dihadiri oleh beberapa Rektor Universitas dari Malang dan Blitar, Dirjen Riset dan Teknologi Kemenristekdikti, serta Kepala Kopertis VII Surabaya tersebut ditandai pemukulan bedug oleh Menristekdikti. Juga diacarakan tukar menukar cinderamata oleh Bupati Blitar dengan Menristekdikti, M.Nasir.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar