Memaksimalkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Melalui Ponkesdes

Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Kelurahan Jingglong Kecamatan Sutojayan masuk lima besar nominator lomba Ponkesdes tingkat Provinsi Jawa Timur. Ponkesdes merupakan pembagian tugas puskesmas pada 6 ( enam ) upaya pelayanan wajib dan pengembangan yang dilaksanakan difokuskan pada pasien usia sekolah sampai dengan lansia di wilayah kerjanya dengan memperhatikan kewenangan perawat. Tujuan dari Ponkesdes diantaranya melaksanakan Program Kesehatan Lingkungan, Melaksanakan Program Kesehatan Gizi Masyarakat, Melaksanakan Program Pencegahan dan Pemberantasan  Penyakit Menular. Ini sesuai dengan visi pemerintah pusat termasuk visi Kabupaten Blitar,” Menuju Masyarakat Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing”, yang diantaranya melalui misi  meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat melalui peningkatan mutu bidang pendidikan (termasuk di dalamnya adalah wawasan kebangsaan, budi pekerti, praktek keagamaan) dan kesehatan serta kemudahan akses memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadai. Pasalnya, kesehatan masyarakat adalah investasi. Hal ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Blitar, Drs. Ec. Akhmad Husein, M.Si saat memberikan sambutan pada penerimaan tamu tim penilai lomba Ponkesdes Provinsi Jawa Timur di Balai Kelurahan Jingglong, Selasa (27/9).

Drs. Ec. Akhmad Husein, M.Si juga menyampaikan, jumlah Puskesmas induk se-Kabupaten Blitar 24 puskesmas dan 51 Ponkesdes. Ponkesdes di Kabupaten Blitar mulai berlaku sejak Tahun 2011. Ini merujuk pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor No 4 Tahun 2010 Tentang Pondok Kesehatan Desa di Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur mengembangkan Pondok Bersalin Desa (POLINDES) menjadi Pondok Kesehatan Desa (PONKESDES) sebagai sarana kesehatan jejaring Puskesmas di tingkat desa.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, A.Husein memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya, telah bahu membahu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.  Dengan slogan,” Masyarakat Jingglong Peduli Penyakit Tidak Menular Inovasi Sukses,” ( MASJIDARKITARIS) yang berdiri sejak 2011, Ponkesedes ini diharapkan bisa menjadi jawara, sehingga mampu memotivasi Ponkesdes  yang ada di Kabupaten Blitar.

Dalam kesempatan tersebut, Hartinah perawat Ponkesdes memaparkan bahwa Ponkesdes Jingglong yang berdiri sejak 2011 mempunyai visi Terwujudnya Kelurahan Jingglong Yang Sehat dengan misi menggerakkan masyarakat Kelurahan Jingglong agar menciptakan lingkungan Kelurahan Jingglong yang sehat, mendorong kemandirian hidup sehat bagi kelurahan dan masyarakat di Kelurahan Jingglong, memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Ponkesdes Jingglong serta memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat Kelurahan Jingglong.

Kegiatan Ponkesdes Jingglong antara lain, Desa Siaga, Posyandu Lansia, Posyandu Balita, KP ASI Masjali Kedung ASI (Masyarakat Sutojayan Peduli Kelompok Pedukung ASI) juga kegiatan kelas ibu hamil waspada, sehat dan bugar. Selain itu juga ada kegiatan konsultasi lingkungan sehat baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Hartinah juga menyampaikan bahwa tingkat kesadaran merokok yang masih sulit untuk diminimalisir. Menurutnya, ini perlu waktu dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Dihadapan undangan yang hadir diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr.Kuspardani, anggota tim penilai yang berjumlah 11 orang, Camat Sutojayan dan Muspika Sutojayan, drg. Lili Aprilianti, Ketua Tim Penilai Lomba Ponkesdes menyampikan bahwa penentuan 5 besar Ponkesdes Jingglong masuk nominator tersebut melalui beberapa tahap penilaian. Dan kriteria penilaian pada lomba kali ini diantaranya, tata cara penanganan dan diagnosa penyakit, penyediaan obat yang benar, pendistribusian obat termasuk pelaporan di Ponkesdes, juga pemeriksaan kesehatan lingkungan. Kunjungan ke lokasi penilaian sekitar 2 jam. Harapannya, Ponkesdes Jingglong bisa menjadi jawara seperti idaman masyarakat Kabupaten Blitar.

 

 

About Webmaster Prokopim