Kegiatan TMMD, Bangkitkan Kembali Semangat Gotong Royong

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan kelanjutan dari program ABRI Masuk Desa (AMD) yang dimulai sejak 1980. Kegiatan ini bersifat sektoral dimana melibatkan dan memadukan berbagai unsur yakni TNI, POLRI, Pemerintah daerah, masyarakat. Tujuannya membantu pemeritah daerah dalam meningkatkan akselerasi  pembangunan khususnya di daerah terpencil. Harapannya kegiatan ini berkisinambungan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu perlu adanya semangat gotong royong serta kebersamaan. Atau dengan kata lain, TMMD mempunyai peran strategis membangkitkan kembali semangat tersebut serta nilai-nilai agama dan luhur bangsa.  Dengan kembalinya semangat gotong royong diharapkan lahir kembali rasa kebersamaan yang tinggi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan yang pada gilirannya mewujudkan kesejahteraan, keamanan dan kemajuan. Hal ini mengemuka dalam sambutan Gubernur Jawa Timur, H.Soekarwo   yang dibacakan oleh Kepala Bakorwil Madiun, Dr. Gathot Hendro Priyono, SH, C.N.M.Hum pada upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 Tahun 2016 di Desa Sukoanyar Kecamatan Kesamben, Selasa (20/9).

Disampaikan pula, pada kegiatan TMMD Tahun 2016, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran berupa  hibah kepada KODAM untuk operasional sebesar Rp.250 juta. Selain dana tersebut didukung pula swadaya masyarakat dan APBD Provinsi Jawa Timur dalam bentuk hibah kepada lima kabupaten/kota sasaran (lokasi TMMD) di Jawa Timur yaitu, Kabupaten Blitar, Pacitan,Bondowoso, Gresik dan Kota Kediri, masing-masing Rp.150 juta.

Dihadapan undangan yang hadir,  Dr. Gathot Hendro Priyono, SH, C.N.M.Hum juga menyampaikan, TMMD kali ini  membangun fisik dan non fisik. Ini direncanakan tenaga gabungan TNI, SKPD terkait, serta warga masyarakat. Kegiatan fisik antara lain meliputi pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, saluran irigasi, waduk serta sarana dan prasarana fasilitas umum lain yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sementara kegiatan non fisik diantaranya, pembinaan mental, pengobatan gratis, sunatan massal, donor darah juga kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Melalui sambutannya orang nomor satu di Jawa Timur juga menyampaikan, agar Pemerintah Kabupaten/Kota, kecamatan, desa serta masyarakat agar ikut berperan aktif dalam pelaksanaan TMMD ke-97 dengan pihak terkait, kegiatan fisik yang akan dilaksanakan  hendaknya benar-benar memanfaatkan waktu 30 hari secara aktif, dan diharapkan TNI dijadikan keluarga selama kegiatan TMMD berlangsung, mengingat nantinya TNI akan menginap di rumah-rumah penduduk setempat. Dengan demikian akan terjalin hubungan kekeluargaan antara TNI dengan penduduk di masing-masing daerah sasaran.Makna kemanunggalan TNI dengan rakyat secara utuh bisa terbangun. Sesuai dengan tema,”Dengan Semangat Kemanunggalan dan Kerjasama Sektoral Serta Lintas Komponen Bangsa, Kita Tingkatkan Percepatan Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat,” gubernur menegaskan, penyelenggaraan TMMD yang terencana dan terkoordinir dengan baik sebagai bentuk nyata dalam upaya mempercepat pembangunan daerah di berbagai pelosok Jawa Timur.

Sementara itu, Bupati Blitar, H.Rijanto dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan TMMD juga sebagai bentuk pelayanan masyarakat. Harapannya, dengan pembangunan infrastruktur warga Desa Sukoanyar jika akan pergi ke daerah Sumbernongko hanya 2,5 km. padahal sebelumnya sekitar 20 km dan harus melewati kecamatan lain. Sehingga pembangunan jalan ini benar-benar bisa membuka keterisolasian.

Ditempat yang sama, Komandan Kodim 0808, Letkol Arh. Surya Dani menjelaskan, TMMD  ini bertujuan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam rangka membantu pemerintah daerah menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun nonfisik.

 

 

 

About Webmaster Prokopim