Bulan Dzulhijah merupakan satu diantara bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT yang ditandai dengan disyariatkannya ibadah haji bagi yang mampu. Sementara yang belum mampu dianjurkan untuk berpuasa sunah dua hari yakni tarwiyah dan arofah. Ini sebagai bakti umat Islam kepada Allah SWT. Termasuk kesediaan berqurban, merupakan bukti bakti dan keimanan, kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT. Berqurban mengingatkan manusia menuju jalan kebahagiaan yang notabene senantiasa menuntut pengorbanan. Makna berkurban yaitu, jika puasa mengajarkan terbiasa untuk kenyang, sedangkan ibadah qurban mengajak manusia yang terbiasa lapar menjadi kenyang. Juga, menjadi insan yang lebih peduli kepada sesama. Hal ini disampaikan oleh Bupati Blitar, H.Rijanto dalam sambutannya pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1437 H, di Masjid Sabilil Muttaqin Slemanan Udanawu, Senin (12/9).
Orag nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut juga mengajak masyarakat Kabupaten Blitar untuk mendoakan jamaah haji dari Kabupaten Blitar, agar senantiasa diberi kesehatan, keselamatan sampai kembali ke Blitar.
Bupati Blitar yang didampingi beberapa anggota Forpimda dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar mengingatkan bahwa, perkembangan globalisasi dan perdagangan bebas menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar atau konsumen yang besar. Masuknya berbagai produk impor menjadikan produk lokal mulai tersingkir, bukan saja produk pangan namun berbagai jenis komoditi. Untuk itu ketersediaan dan keterjangkauan produk lokal harus menjadi perhatian bersama. Sektor-sektor potensi daerah harus mendapat perhatian besar, karena produk lokal yang seharusnya menyuplai kebutuhan warga Kabupaten Blitar. Pembangunan produk lokal menjadi pondasi bagi tegaknya perekonomian daerah. Jika kebutuhan warga Kabupaten Blitar terpenuhi oleh produk lokal , tentu akan membuka peluang atau lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Blitar itu sendiri. Karena itulah, Bupati Blitar mengajak masyarakat Kabupaten Blitar bersama-dama memanfaatkan produk sendiri. Ini juga sebagai wujud mendukung Gerakan Ayo Bela dan Beli Produk Kabupaten Blitar. Bupati Blitar juga mengajak, dengan semangat Idul Adha agar masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk asing, impor dan membeli produk Kabupaten Blitar. Tujuannya, perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar juga turut meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar juga memberikan apresiasi kepada mantan Bupati Blitar, Alm. Imam Muhadi. Mantan Bupati Blitar yang asli putra Slemanan ini merupakan sosok pemimpin yang tegas, disiplin dan berkontribusi untuk pembangunan Kabupaten Blitar.
Di tempat yang sama, H. Rijanto bercerita tentang kisah Colombo dan Monumen Syuhada’Haji. Tepatnya, 4 Desember 1974, tragedi dalam pemberangkatan calon jemaah haji bagi bangsa Indonesia terjadi. Pesawat DC-8 yang dicarter maskapai Garuda Indonesia mengangkut calon jamaah, menghantam wilayah perbukitan Tujuh Perawan di Maskeliya, Sri Lanka Tengah. Rombongan calon jemaah haji yang menumpangi pesawat dengan nomor penerbangan MP-138 yang berjumlah 182 calon jamaah dan 9 awak ini meninggal, 111 diantaranya calon jamaah haji dari Blitar. Empat tahun kemudian, atau tepatnya 15 November 1978 dan hari yang sama, Rabu, pesawat DC-8 Icelandic Loftleider dari maskapai penerbangan Eslandia yang mengangkut 249 jemaah haji Indonesia dari Jeddah dengan 13 awak juga jatuh di Sri Lanka. Pesawat itu jatuh hanya sekitar 3,7 km sebelah timur bandar udara Kutanayake, 25 km dari Kolombo. Kecelakaan pesawat yang berencana menuju Surabaya ini mengakibatkan 181 dari 262 orang di dalamnya tewas. Untuk mengenang para calon jamaah haji Indonesia khususnya yang berasal dari Blitar, dibangun Monumen Syuhada’ Haji.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar