Refleksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia Menciptakan Karakter Peduli Lingkungan

 

Keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang lestari akan sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Atau dengan kata lain,   ini sebagai upaya penciptaaan karakter yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan melaksanakan edukasi kepada masyarakat. Untuk itu perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan pendekatan multisektoral, sehingga mampu meningkatkan percepatan pembangunan di Kabupaten Blitar yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing. Hal ini disampaikan Bupati Blitar, H.Rijanto saat membuka Pekan Lingkungan Hidup Dalam rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2016 di Ruang Taman Hijau (RTH) Wlingi, Jumat (26/8).

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan bahwa pada tahun ini, United Nations Environment Programme atau Badan Lingkungan Hidup PBB menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia, “ Go Wild for life,”. Secara nasional menyesuaikan dengan tema tersebut, “ Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar Untuk Kehidupan,”. Tema ini penting mengingat, Indonesia kaya keanekaragaman hayati. Lebih dari 17% total spesies yang ada di dunia ada di negeri ini. Termasuk didalamnya di Kabupaten Blitar.  Ironisnya, banyak yang mengalami kepunahan seperti ikan teri, udang, ikan uceng, ikan wader, tawes, dan bulus yang biasanya mudah ditemui di Sungai Lekso, Sungai Jari dan Sungai Brantas. Kini jarang sekali ditemui. Demikian juga dengan keberadaan burung seprti burung pleci, buto, cendet, derkuku, prenjak, semakin jarang di alam liar. Padahal binatang-binatang tersebut penting untuk membangun ekosistem. Karenanya pemerintah menegaskan upaya perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa liar. Saat ini jumlah spesies yang dilindungi lebih dari 592 spesies baik hewan maupun tumbuhan.  Selain itu Indonesia juga aktif memerangi kejahatan perdagangan tumbuhan dan hewan  liar. Hal ini disambut baik oleh masyarakat dengan membentuk kelompok-kelompok peduli lingkungan, bahkan ada beberapa desa yang menerbitkan aturan pelarangan berburu hewan liar di wilayahnya.

Dihadapan undangan yang hadir seperti Wakil Bupati Blitar, Marhaenis, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Palal Ali Santoso, Bupati Blitar menegaskan, kegagalan meraih Tropy Adipura untuk kesekian kalinya harus menjadi cambuk bagi masyarakat Kabupaten Blitar lebih berbenah diri menata lingkungan yang BERSERI (Bersih, Sehat, Asri, dan Lestari). Sehingga kedepan piala Adipura bisa diraih kembali. Selain itu Bupati Blitar juga berpesan agar Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar  mampu meningkatkan  Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang menjamin tersedianya udara bersih, air bersih,  dan tutupan hutan , lahan  demi menjamin  masyarakat Kabupaten Blitar yang lebih sejahtera. Secara umum, BLH juga diharapkan mampu manjaga kelestarian sumberdaya alam sebagai factor pendukung pembangunan ekonomi serta menjamin kegiatan pengelolaan SDA tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.

Bupati Blitar juga memberikan apresiasi kepada para pemenang yang telah andil dalam pelestarian lingkungan. Seperti kepada sekolah Adiwiyata, Desa Berseri dan Ekopesantren.  Program dari BLH ini patut terus dikembangkan agar mengedukasi masyarakt untuk lebih peduli  terhadap lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar yang didampingi Wakil Bupati Blitar, Sekretaris Daerah dan beebrapa Kepala SKPD, memberikan penghargaan kepada para pemenang peduli lingkungan, juga berkesempatan menanam pohon, melepas burung serta mengunjungi beberapa stand UMKM yang ada di RTH Wlingi.    Pekan Lingkungan Hidup 7

About Webmaster Prokopim