Gotong Royong, Roh Kehidupan

Gotong royong merupakan roh dan konsep paripurna dari sebuah kehidupan. Mengingat  manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Gotong royong juga roh budaya menuju masyarakat adil dan makmur. Hal ini disamapikan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atau yang akrab dupanggil Pakde Karwo dalam pembukaan Puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 Prov Jawa Timur Tahun 2017 di GOR Lembu Peteng Tulungagung, Rabu (3/5).
Orang nomor satu di Jawa Timur ini menyampaikan “gotong royong harus diperingati karena merupakan sikap dan perilaku bahwa manusia dilahirkan bukan seperti semut yang bisa hidup sendir”. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, tetapi saling bantu membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu, manusia harus saling membantu dan membuat perjanjian hati , yakni saling tolong menolong agar kualitas hidupnya semakin baik. Jika hal itu dilakukan, maka yang akan didapat adalah sikap toleransi dan saling menghargai antar sesama manusia. Tanpa gotong royong manusia hanya akan saling membunuh.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga hadir dalam kegiatan tersebut. Gus Ipul mengungkapkan, pernah menulis di Kompas pada Tahun 2003. Dalam tulisan tersebut, Gus Ipul mengatakan bahwa gotong royong merupakan nilai luhur yang luar biasa untuk menjadi hidup yang lebih baik. Bila ada kecelakaan segera ditolong, bukan malah berlari menjauh. Termasuk jika ada kebakaran segera mendekat, jangan dijauhi. Karena gotong royong adalah solusi untuk menjadi lebih baik dan menuju kesejehteraan.
Melalui tema ,” Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, Kita Tingkatkan Peran Lembaga Kemasyarakatan Menuju Masyarakat Mandiri Dan Sejahtera”, baik Pakde Karwo maupun Gus Ipul mengajak seluruh masyarakat di Jawa Timur untuk membudayakan sikap toleransi dan gotong royong. Untuk pengurus PKK, diharapkan terus meningkatkan perannya dalam membantu semua program pemerintah.
Ditempat yang sama Ny. Nina Soekarwo (Budhe Karwo), Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PKK dari tingkat Provinsi Jawa Timur sampai desa. Kegiatan PKK banyak diadopsi oleh Pengurus PKK Tingkat Provinsi Jawa Timur, diantaranya penanganan kesehatan ibu dan anak serta kegiatan lainnya.
Sebelumnya, Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dalam sambutannya diacara tersebut mengungkapkan,  rasa bangga bahwa Tulungagung sebagai tuan rumah BBGRM tingkat Jawa Timur. Karena kegiatan ini diyakini akan mampu mendorong peran aktif seluruh masyarakat dalam sistem budaya bangsa untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga mampu menciptakan integrasi sosial, serta memperkokoh NKRI.
Lebih lanjut disampaikannya, persoalan kemiskinan dan pengangguran yang ditambah dengan seringnya terjadi bencana alam, menjadi dasar betapa pentingnya gotong royong sebagai filosofi pendahulu bangsa. Karena dengan gotong royong, bangsa Indonesia semakin sejahtera.
Puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV Tahun 2017 yang dihadiri seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur ini, diacarakan pula pemberian pin emas bagi pengurus PKK yang telah mengabdi sekitar 40 tahun. Pin emas disematkan langsung oleh Budhe Karwo. Sementara itu Gubernur Soekarwo berkesempatan memberikan penghargaan Lomba Gotong Royong Tingkat Jawa Timur. Untuk kategori kelurahan diraih Kelurahan Pilang Kota Probolinggo, Kelurahan Kauman Kota Blitar, dan Kelurahan Kanginan Pamekasan. Sementara untuk kategori desa diraih Desa Buren Pacitan, Klatakan Situbondo, Desa Beringan Ponorogo, dan Desa Tulungrejo Kab Madiun. Selain itu, juga diberikan penghargaan untuk Lomba Pasar Desa, yang terbaik yakni Pasar Desa Kutukan Kab Blitar, Pasar Desa Balongpanggang Gresik, dan Pasar Desa Prigi Trenggalek. Serta pemberian bantuan hibah alat pertanian sebesar Rp 60 juta, Program Jalinmatra kepada Tulungagung sebesar Rp 5 miliar.IMG_3162

About Webmaster Prokopim