Bupati Blitar Hadiri Kresnayana XIII, Perkuat Budaya sebagai Daya Tarik Wisata

Sebuah perjalanan tentang cinta dalam kepemimpinan sejati yang tidak terbelenggu oleh ego, kebenaran yang tidak boleh dikalahkan kepentingan pribadi, serta pengabdian yang menuntut ketulusan.

Cerita tesebut diangkat pada pertunjukan Festival Kresnayana XIII yang membawa judul “Tresna Tinali Dharma” (Antara Cinta Kebenaran dan Pengabdian) yang diselenggarakan di Amphitheater Kawasan Wisata Penataran. (Sabtu 29 Agustus 2026)

Hadir menyaksikan pertunjukan ini, Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM., Sekretaris Daerah, Asisten, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Blitar terkait, Kepala Balai Pelestari Kebudayaan IX Jawa Timur (BPK IX Jawa Timur) , Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, dan warga masyarakat.

Kresnayana XIII ini didukung oleh penari dari Sanggar Seni Kabupaten Blitar, sanggar seni Langen Kusuma, sanggar seni Kamala, sanggar seni Bramanta Budaya.

 


Kepala BPK Jawa Timur Sri Sugiharta,S.S.,M.PA., menyampaikan bahwa pertunjukan Kresnayana mengingatkan salah satu relief Kresanayana yang terpahat pada Candi Penataran yang mengisahkan percintaan antara Kresna dengan Rukmini. Hal ini bisa diartikan secara filosofi bahwa kita harus mencintai, mengembangkan serta melestarikan kebudayaan.

Lebih lanjut, Sri Sugiharta menyebutkan bahwa di Jawa Timur memiliki khasanah kebudayaan yang sangat banyak termasuk di Kabupaten Blitar, yang belum ditetapkan atau dikukuhkan sebagai cagar budaya baik kebudayaan benda maupun warisan budaya tak benda. Tekait hal tersebut, kedepan Kabupaten Blitar diharapkan melakukan penataan dan percepatan proses penetapan status sebagai cagar budaya. Melalui Kresnayana malam ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan Kabupaten Blitar tetap terjalin guna ikut mendukung pelestarian dan memajukan budaya.


Bupati menyampaikan, Festival Kresnayana ke-13 selain menjadi tontonan dan tuntunan, juga bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, penggerak ekonomi masyarakat, serta menjadikannya sebagai salah satu ikon Kabupaten Blitar yang menarik wisatawan.

About prokopim